undangan

>> 4.23.2008

Read more...

I wish you were here...

>> 4.16.2008

Read more...

OoooooO

>> 4.10.2008

Girl im in love with you
This ain't the honeymoon
Past the infatuation phase
Right in the thick of love
At times we get sick of love
It seems like we argue everyday

I know i misbehaved
And you made your mistakes
And we both got room left to grow
And though love sometimes hurts
I still put you first
And we'll make this thing work
But I think we should take it slow


We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow


This ain't a movie no
No fairy tale conclusion ya'll
It gets more confusing everyday
Sometimes it's heaven sent
We head back to hell again
We kiss and we make up on the way


I hang up you call
We rise and we fall
And we feel just like walking away
But as our love advances
We take second chances
Though it's not a fantasy
I Still want you to stay

We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow


Take it slow
Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay, maybe you'll leave,
maybe you'll return
Maybe you'll never find
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
You never know baby youuuu and I


We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Heyyy)
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow (Take it slow oh oh ohh)
This time we'll take it slow ...

Read more...

Engagement

>> 3.24.2008

Aku dilamar.... 20 Maret 2008 :D

Read more...

The Art of Loving

>> 3.05.2008

"What a grand thing, to be loved. What a grander thing still, to love."
Victor Hugo

Alkisah, ketika manusia diciptakan, Tuhan mempunyai rencana indah. Hati yang ditaruh dalam diri setiap manusia tidak lengkap. Ada yang hanya separuh, ada yang sepertiganya saja, tetapi ada juga yang nyaris penuh.

Sisanya yang lain, justru sengaja dibuat berkeping-keping dan ditaruh dalam diri manusia yang lainnya. Baru setelah itulah, manusia dikirim ke muka bumi. Dan inilah yang kemudian menjadi tugas manusia. Yakni mencari dan mendapatkan kembali kepingan hatinya justru melalui hubungan dan perhatiannya kepada orang lain. Mereka yang terobsesi mencari pada dirinya saja akan sia-sia.

Namun, inilah permainan yang menarik, melalui cinta dan perhatian kita pada orang lainlah, maka hati kita menjadi utuh kembali. Menariknya pula, kita tidak pernah tahu siapa yang menyimpan kepingan hati kita. Kita hanya bisa mencoba dan berusaha. Kita harus ingat bahwa kita pun menyimpan kepingan-kepingan hati orang lain yang harus kita berikan kepada orang yang layak mendapatkannya. Inilah bagian dari 'seni mencinta' bagi manusia di dunia.

Suatu penelitian soal cinta yang menarik dari majalah Psychology Today pada 2002 mengatakan bahwa jiwa kita membutuhkan cinta, sama seperti halnya tubuh kita membutuhkan oksigen. Mereka yang kekurangan cinta cenderung akan menjadi mudah depresi.

Bahkan, dikatakan bahwa cinta adalah obat anti-depresant terbaik di dunia! Realita justru menemukan bahwa mereka yang gampang depresi tidak mudah untuk mencintai, baik diri mereka sendiri maupun orang lain. Mereka ini jadi sangat berpusat pada diri mereka sendiri. Namun, inilah yang justru menyebabkan mereka dijauhi orang.

Cinta merupakan seni penting dalam kehidupan kita. Bukan pada manusia saja, bahkan bagi hewanpun, cinta merupakan kunci kehidupan penting. Beberapa penelitian dengan kucing menunjukkan bahwa kucing-kucing yang selama tiga bulan pertama tidak pernah bersentuhan dengan induknya atau manusia, akhirnya akan menjadi kucing liar.

Beberapa penelitian lain dengan bayi manusia menunjukkan bahwa anak- anak yang jarang bersentuhan dengan ibunya menjadi lebih kurang merasa aman serta kurang terbuka dalam mengekspresikan perasaannya kepada orang lain.

4 Tip cinta

Sayangnya, berbagai film dan cerita romantik membuat kita agak kacau memahami soal cinta. Karena itu ada beberapa landasan penting soal cinta, yang perlu kita bangun kembali.

Pertama, mari bedakan antara cinta dan sensasi. Cinta adalah sesuatu yang lama serta mendalam, sedangkan sensasi hanya sesaat. Banyak orang berusaha mencari ke sana ke mari untuk mendapatkan cinta yang spektakuler, yang menyebabkan hidupnya jadi bertualang dari satu orang ke orang lain. Pada dasarnya ini bukanlah cinta, tetapi sensasi.

Hal ini sering jadi penyakit orang-orang terkenal yang ditampilkan dalam berita-berita seputar para selebritas. Saya masih ingat pernah terkagum-kagum dengan perkawinan spektakuler seorang artis dengan pria bule yang kaya dan tampan.

Perkawinannya pun dibuat sangat romantis, pokoknya sempurna. Saat ditanya wartawanpun dia berkata, "Saya yakin telah menemukan cinta sejati saya. Saya merasa dialah soulmate saya". Namun, kenyataannya, beberapa tahun kemudian cinta si artis itu pun meluntur. Konon si artis ini menemukan pria tambatan cintanya yang lain. Mereka pun bercerai. Hal ini lantas memberikan kita pelajaran yang menarik.

Karena itulah kita melihat cinta bukanlah sekadar pesta meriah, cinta juga bukanlah hanya hadiah luar biasa, atau peristiwa yang spektakuler. Bahkan, jauh dari itu, cinta adalah sesuatu yang wajar, mendalam, menyentuh relung hati yang paling dalam, rasional serta membutuhkan komitmen panjang.

Bandingkan dengan kisah cinta artis pop Celine Dion yang pada 2000 memutuskan mundur sementara dari panggung musik, karena suaminya Rene Angelil menderita kanker. Beberapa tahun, dia bahkan hanya menghabiskan waktu merawat suaminya. Padahal, tentu saja Celine Dion bisa meneruskan karirnya atau bahkan mencari pria lain, sekalipun. Namun, inilah bukti cinta yang dia perjuangkan demi orang yang dicintainya. Maka, rasanya sangat pantaslah kalau Celine Dion melantunkan lagunya The Power of Love. Dia bukan hanya menyanyikan, tetapi juga membuktikannya.

Kedua, cinta bukanlah proses yang pasif. Banyak film dan cerita novel yang seolah-olah mengajari bahwa cinta adalah sesuatu yang kebetulan dan orang hanya menunggu ketika momennya tiba.

Berbalikan dengan semua ini, majalah Psychology Today justru meneliti bahwa mereka yang sehat hubungannya dengan pasanggannya bukanlah yang pasif, tetapi yang justru aktif memberi dan membagikan kasih sayangnya. Sebaliknya, mereka yang depresi lebih sering menunggu dan
pasif dalam hal mengekspresikan perasaan ataupun kasih sayangnya.

Tidaklah mengherankan kalau dalam kesimpulan majalah Psychology Today tersebut dikatakan bahwa cinta adalah suatu keterampilan yang sangat penting untuk dipelajari. Saatnya kita belajar juga seni mencintai dan belajar secara aktif memberikan kasih kita kepada orang-orang
sekeliling kita, maka kita pun akan mendapatkannya dalam bentuk balasan berkali-kali lipat.

Ketiga, cinta bukanlah bisnis. Banyak orang mencintai dengan harapan akan mendapat balasan tertentu. Akibatnya, saat tidak mendapatkan apa yang diharapkan, orang menjadi mudah kecewa. Begitu pula, ada beberapa orang yang melakukan tuntutan atas nama cinta. "Kalau kamu mencintai, kamu pasti mau begini..." Ini adalah bentuk manipulasi cinta dan ini bukanlah cinta tetapi sebuah transaksi. Dalam cinta yang sesungguhnya kita tidak lagi hitung-hitungan. Bahkan ada banyak kisah di mana justru jika dihitung-hitung secara bisnis, cinta ini merugikan. Namun, ganjarannya adalah kebahagiaan dan inilah yang tak terukur dengan uang.

Keempat, perasaan cinta pun menyehatkan secara fisiologis. Perasaan cinta ternyata menghasilkan suatu zat oksitoksin yang sangat berguna bagi tubuh kita. Zat inilah yang membuat kita merasa nyaman, hangat dan ceria terus. Beberapa obat-obatan terlarang juga menghasilkan zat- zat dengan efek yang mirip. Beberapa penelitian dengan pasangan tua yang banyak memberikan pelukan dan mengungkapkan rasa kasih sayangnya, menunjukkan jumlah zat oksitoksin yang lebih banyak dalam kandungan darah mereka.

Begitu juga anak-anak yang sering mendapatkan pelukan dan ciuman dari orang tuanya, mempunyai kandung oksitoksin yang lebih tinggi. Yang membuat mereka lebih tidak mudah depresi, lebih ceria dan lebih bahagia dalam hidupnya.

"Kata adalah senjata"
(Subcomandante Marcos, pejuang Zapatista Brazil)

Sumber: The Art of Loving oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency

Read more...

Prinsip Dasar Kehidupan

>> 2.29.2008

1. Etika, sebagai prinsip dasar kehidupan sehari-hari
2. Kejujuran dan Integritas
3. Bertanggung jawab
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi
8. Mau bekerja keras
9. Tepat waktu

GOsh... I wish I can do just one of them, lets try....

Read more...

Me and You...You and Me

>> 2.28.2008



Aku mungkin tidak teguh.. tapi dia mengajarkan banyak padaku..

Read more...

Liebe EFA

>> 2.21.2008

"Dance like no one is watching.
Sing like no one is listening.
Love like you've never been hurt
and live like it's heaven on Earth."

Read more...

...

>> 2.20.2008

You cannot say to the sun for more sun, nor to the rain, less rain..

sometimes we can only reach a half and another half if we just patient

Read more...

We are the few, the proud, the professional

>> 2.08.2008

Kutipan bagus, sesuatu untuk dipikirkan dan mungkin dilakukan sedikit2... (meskipun bukan karyawan BI kitanya =b)

Quoting Mr. Burhanuddin Abdullah from Munas Ikatan Pegawai BI 2008 :

Kita tidak perlu menangisi dan bertanya, kenapa bangsa ini harus begini.Yang perlu kita lakukan adalah, kita harus berpikir kembali secara rasional, kita harus jaga supaya the death of common sense, matinya common sense di bangsa ini harus dijaga jangan sampai terjadi. Karena dengan common sense, dengan akal sehat, dengan segala argumen, dengan nalar, kita bisa mengatakan kepada diri kita, kalau perjalanan ini memang harus kita lalui, maka tentu banyak hal yang harus kita lakukan.

Kita dalam keadaan yang rentan, kerentanan kita itu hanya bisa ditunjukkan, ditopang oleh sikap ksatria. Hanya bisa ditopang oleh suatu sikap besar dari diri kita. “Kita harus mengatakan: We are the professional. We are the few, the proud, the professional. Kita kecil, kita bangga, dan kita adalah kaum profesional

Karena itu dalam situasi seperti apapun, dalam situasi yang sekarang kita hadapi, dalam situasi sedih, terpukul, kaget, tapi jangan diumbar pikiran seperti itu. Semua manusia bisa kaget, semua manusia bisa sedih, tapi itu adalah permainan rasa. Kita harus kembali kepada common sense kita, kepada akal sehat kita.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah manusia-manusia profesional, kita kerjakan tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya, kita berikan yang terbaik kepada bangsa ini dengan memberikan pelayanan yang secara maksimal

Kita katakan kepada semua orang, bahwa apapun yang terjadi, saya sebagai pegawai BI, saya tetap bangga. Saya adalah bagian dari masyarakat yang sangat kecil, saya punya kebanggan yang sangat besar. Karena saya adalah manusia profesional

BI adalah lembaga yg di dalamnya diisi manusia-manusia yang memiliki budaya, mencoba mengakulturasikan berbagai kepentingan, sehingga BI ke depan bukan hanya BI yang memikirkan struktur yang ada di dalamnya, tetapi BI yang memikirkan bagaimana kultur kita diubah, sehingga menjadi kultur manusia-manusia BI yang lebih memperhatikan masyarakatnya, melayani masyarakatnya, melayani bangsanya, melayani perekonomiannya.

Saya sangat bangga, sangat berbahagia, setelah berjalan beberapa tahun perubahan itu telah terjadi secara bertahap. BI adalah sebuah kapal yg besar, yang kalau dia ingin membuat belokan, maka tentu belokan itu tidak dapat mengambil u turn dengan seketika. Dia harus melalui sebuah lingkaran yang sangat besar. Sehingga terasa di dalamnya, terasa oleh penumpangnya, seolah-olah tidak ada yang berubah.

Kita lihat sekarang, setelah beberapa tahun, arah perubahan, paradigma yang ada, sikap yang kita tumbuhkan, dan profesionalisme yang kita jaga sungguh sangat membanggakan saya pribadi dan saya kira seluruh masyarakat Indonesia bangga memiliki lembaga seperti yang ada sekarang.

Read more...

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP