An Inconvinient Truth

>> 9.25.2007


Film dokumenter produksi amrik ini jadi film dokumenter terbaik di Academy Award 2006. Isu globalwarming sebenarnya bukan barang baru tapi kalo yang menyampaikan seorang ALBERT ARNOLD GORE JR (Wakil Presiden Amerika Serikat pada era Bill Clinton, tampan juga bapak ini :D) atau Al Gore jadi lebih menarik, filmnya mudah dicerna buat orang awam, apalagi sample beruang kutub yang terdampar... siapa yang tega lihat mahluk lucu gitu kebingungan nyari makan.

Banyak yang bilang film ini jadi gaya baru kampanye Al Gore untuk posisi presiden Amerika Serikat (yang jelas-jelas udah menyatakan ketidakikutsertaannya untuk pencalonan presiden lagi) atau iklannya Apple Corporation karena Al-Gore menjadi salah satu direktur disana.

Untuk urusan pemanasan global, Amerika Serikat adalah negara yang 'kontribusi'-nya paling banyak, tidak kurang 25% produksi karbondiokasida yang menyelimuti bumi kita ini berasal dari Amerika Serikat. Tapi kenapa di Amerikanya sendiri isu penting untuk masa depan manusia ini masih jadi polemik politik, bahkan Amerika termasuk tiga negara yang belum dan tidak berminat meratifikasi Protokol_Kyoto. Alasan klasik pemerintah Amerika Serikat dalam isu lingkungan adalah bahwa memperhatikan lingkungan akan mempengaruhi perekonomian. Al Gore menanggapi isu ini dengan menggunakan analogi bumi dan emas. Mana yang harus kita pilih jika disuruh untuk memilih: emas atau bumi? Emas tidak berarti jika kita tidak memiliki bumi.

Dampak pemanasan global dicontohkan dalam film tersebut misalnya volume gletser yang menurun di berbagai tempat didunia (termasuk puncak Jayawijaya loh) rata-rata suhu yang meningkat diberbagai kota didunia, penipisan es di Artik, Badai Katrina, serta luas daratan yang berkurang karena es di Antartika atau Greenland mencair yang diperlihatkan dengan munculnya kolam-kolam baru. Contoh-contoh diatas merupakan fakta-fakta ilmiah terbaru hasil riset bertahun-tahun.

Belum lama ini, Al Gore tampil di acara Oprah untuk memaparkan isu SOS ini. Di acara tersebut Al-Gore sempat bercerita awal mulanya dia tertarik pada lingkungan hidup. Al Gore pertama kali mengenal pemanasan global dari dosennya di bangku kuliah (dosennya itu termasuk orang pertama yang mempelajari pemanasan global), kemudian dia menyadari bagaimana rapuhnya ekosistem kita ketika anak tunggalnya nyaris tewas dalam sebuah kecelakaan mobil dan ketika ayahnya yang seorang senator sekaligus petani berhenti menanam tembakau setelah anak perempuannya (satu-satunya saudara Al Gore) meninggal akibat kanker paru-paru. Sepertinya semua peristiwa itu benar-benar memukul beliau.

Yang lucunya, Oprah sempat menanyakan tanggapan Al Gore tentang masyarakat Amerika yang menilainya bak Nabi Isa jaman ini (hahahahaha bener2 deh publiknya Amerika ini, HIPERBOLIK), terus Al Gore jawab apa ya waktu itu tepatnya lupa, tapi yang saya inget sepertinya dia ngga keberatan (haiyah...)

0 comments:

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP